Selasa, 10 April 2012

MANAKALA HIDUPMU SUSAH UNTUK DIJALANI???

Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa barang di depan mejanya. Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil sebuah toples mayones kosong yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menyetujuinya. Kemudian professor mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Kemudian dia bertanya pada para muridnya, Apakah toples itu sudah penuh? Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.


Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples... Tentu saja pasir itu menutup segala
sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh? Para murid dengan suara bulat
berkata, "Yaa!" Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir.


Para murid tertawa...


"Sekarang," kata profesor ketika
suara tawa mereda, "Saya ingin
kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu.
"


"Bola-bola golf adalah hal-hal yang
penting - Tuhan, keluarga, anak-anak,
kesehatan, teman dan para
sahabat. Jika segala sesuatu hilang
dan hanya tinggal mereka, maka
hidupmu masih tetap penuh.
"


"Batu-batu koral adalah segala hal
lain, seperti pekerjaanmu, rumah
dan mobil.
"


"Pasir adalah hal-hal yang lainnya
- hal-hal yg sepele.
"


"Jika kalian pertama kali memasukkan
pasir ke dalam toples,
"  lanjut
profesor, "Maka tidak akan tersisa
ruangan untuk batu koral ataupun
untuk bola-bola golf. Hal yang sama
akan terjadi dalam hidupmu
."


"Jika kalian menghabiskan energi
untuk hal-hal sepele, kalian tidak
akan mempunyai ruang untuk hal-hal
yang penting buat kalian
"


"Jadi..."


"Berilah perhatian untuk hal-hal
yang kritis untuk kebahagiaanmu.
Bermainlah dengan anak-anakmu.
Luangkan waktu untuk check up
kesehatan.



Ajak pasanganmu untuk keluar makan
malam. Akan selalu ada waktu untuk
membersihkan rumah, dan memperbaiki
mobil atau perabotan.
"


"Berikan perhatian terlebih dahulu
kepada bola-bola golf - Hal-hal
yang benar-benar penting. Atur
prioritasmu. Baru yang terakhir,
urus pasir-nya
."


Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kalau Kopi yg dituangkan tadi mewakili apa?"
Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat" :-)

Minggu, 18 Desember 2011

MUKTAMAR DAI FKM UNAIR 2011

Hei kawand,,, Muktamar DAI FKM UNAIR 2011 telahh dekat
Lomba Penulisan Artikel dan seminar telahh diadaakn untuk menyemarakkan acara ini

LOMBA PENULISAN ARTIKEL

TEMA :
“ PERAN WANITA DI BALIK SEORANG PEMIMPIN”

SYARAT PENULISAN

1. Menggunakan jenis font times new roman denggan font size 12 pt
2. Menggunakan spasi 1,5
3. Batas pengetikan (margin) , Atas= 3 cm, Kanan=  cm, Kiri= 4 cm, Bawah= 3 cm
4.  Naskah  maksimal 1000 kata
5. Naskah diketik menggunakan kertas A4
6. Identitas ditulis di akhir tulisan dengan format Nama lengkap, Nama Pena, NIM, dan Kelas
7.  Naskah dikumpulkan dalam softcopy ke muktamar.dai2011@gmail.com
8.  Keputusan juri tidak dapat di ganggu gugat

SYARAT KEIKUTSERTAAN :
  1. Mahasiswa S1 dan D3  Universitas Airlangga
  2.  Bersifat perorangan atau individu
  3. Karya yang dilombakan belum pernah diterbitkan dalam bentuk buku, atau dipublikasikan lewat media cetak atau elektronik, serta tidak sedang diikutkan dalam kompetisi, lomba atau kegiatan serupa lainnya.
  4.  Menyertakan  surat pernyataan bahwa hasil karya merupakan ide sendiri, tidak plagiat atau menjiplak. Surat pernyataan dapat di DOWNLOAD 
  • CC :        IBAD IKMA 2011 (083878927847)
  •                 HIDAYATUSH IKMA 2011 (085648003363)

    Selasa, 08 November 2011

    SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT


    Program Sarjana Kesehatan Masyarakat
    Untuk mendapatkan gelar sarjana kesehatan masyarakat (SKM) tidaklah gampang, dan juga tidak sulit. Seseorang yang bisa mendapatkan gelar SKM cukup dengan menyelesaikan semua kewajiban perkuliahan selama delapan semester atau wajib mengambil 144 SKS. Proporsi mata kuliah terdiri atas40 persen Mata Kuliah Wajib Universitas dan Fakultas dan 60% Mata Kuliah Wajib Peminatan dan Pilihan.
    Misalnya, FKM UMI sebagai salah satu perguruan tinggi kesehatan yang menelorkan sarjana kesehatan masyarakat memudahkan mahasiswanya dalam menyelesaikan pendidikannya dan berhak mendapatkan gelar SKM. Sosok SKM yang dilahirkan FKM UMI dilandasi tiga ciri yakni be a good moslem artinya sarjana tersebut harus berilmu amaliyah dan beramal ilmiyah yang konsisten dan konsekwen terhadap Islam; ciri kedua be a good leader, maksudnya alumni FKM harus mampu, handal dan mandiri menjadiagent of change di tengah-tengah masyarakat; dan cirri ketiga adalah be a good problem solver, maksudnya alumni FKM UMI mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan tekonologi dalam menyelesaikan masalah kesehatan di masyarakat.
    Sebelum resmi menjadi peserta didik dalam sekolah/fakultas kesehatan masyarakat, seseorang harus menempuh ujian masuk atau seleksi berkas. Pada umumnya, untuk program sarjana kesehatan masyarakat regular pada perguruan tinggi negeri melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Program Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Sedang pada perguruan tinggi swasta seperti Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI menggelar seleksi calon mahasiswa kesehatan masyarakat tersendiri, mirip dengan model SIMAK (Seleksi Masuk) UI. Disamping melalui seleksi reguler, calon peserta didik kesehatan masyarakat dapat pula berasal dari jalur ekstensi yang dapat mendaftar adalah lulusan Diploma III baik di bidang kesehatan maupun non kesehatan.
    Adapun peminatan yang dibuka untuk program SKM pada berbagai perguruan tinggi di Indonesia berbeda-beda, namun pada umumnya adalah: peminatan epidemiologi, biostatistika, kesehatan lingkungan, administrasi dan kebijakan kesehatan, keselamatan dan kesehatan kerja dan promosi kesehatan.
    Peminatan Epidemiologi; pada peminatan ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang, memantau dan menilai pelaksanaan program kesehatan dengan pendekatan kuantitatif serta mampu mengukur besaran masalah kesehatan setempat dan mencari hubungannya dengan faktor yang akan berguna dalam penanggulangannya. Peminatan Biostatistika; pada peminatan ini, mahasiswa diharapkan mampu dan terampil merancang penelitian, mengelola dan menganalisa data penelitian dengan menggunakan metode biostatistik serta mempu menginterpretasikan hasil penelitian tersebut.
    Selanjutnya peminatan Kesehatan Lingkungan; pada peminatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi, mengukur, memetakan perjalanan pajanan mulai dari sumbernya hingga ke masyarakat, menganalisis dan melakukan pengendalian terhadap bahaya lingkungan fisik, kimia dan biologi dengan tujuan pencegahan dan perlindungan kesehatan masyarakat. Kemudian peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja; pada peminatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai dasar-dasar ilmiah, pengetahuan serta metodologi dalam bidang keahlian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sehingga mampu melakukan pengelolaan bahaya dan risiko K3 serta merumuskan cara penyelesaian masalah K3 baik di institusi maupun pada masyarakat.
    Peminatan Promosi Kesehatan; pada peminatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis, merencanakan, menerapkan dan mengevaluasi berbagai strategi pendidikan kesehatan serta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menggunakan metode-metode ilmu perilaku dan pendidikan kesehatan, dalam upaya memecahkan masalah kesehatan. Peminatan Kesehatan Reproduksi; pada peminatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai siklus pemecahan masalah dengan efektif terhadap masalah-masalah kesehatan reproduksi, yang meliputi identifikasi, menyusun prioritas masalah, memilih masalah yang perlu diintervensi dan memilih metode intervensinya serta mampu mengelola suatu program kesehatan reproduksi dengan efisien dan efektif, yaitu merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi program kesehatan reproduksi.
    Pada perguruan tinggi tertentu seperti pada FKM UI juga dibuka peminatan Informatika Kesehatan, Manajemen Asuransi Kesehatan, Manajemen Informasi Kesehatan, Manajemen Pelayanan Kesehatan dan Manajemen Rumah Sakit. Pada peminatan informatika kesehatan, mahasiswa mampu melakukan analisis situasi kesehatan dengan menggunakan indikator – indikator kesehatan, menganalisis sistem informasi kesehatan dan membangun basis data serta menggunakan teknologi informasi untuk kebutuhan program kesehatan.
    Pada peminatan Manajemen Asuransi Kesehatan, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan dan keahlian dalam mengelola asuransi kesehatan baik dalam bentuk tradisional maupun managed care. Pada Manajemen Informasi Kesehatan, mahasiswa mampu mengelola dan menganalisis data rekam medis sebagai dasar pengambilan keputusan di pelayanan kesehatan serta mengembangkan electronic health record. Pada peminatan Manajemen Pelayanan Kesehatan, mahasiswa diharapkan mampu merencanakan dan melaksanakan manajemen pelayanan program kesehatan masyarakat dan dapat mengevaluasi program tersebut. Sedang pada peminatan Manajemen Rumah Sakit, mahasiswa diharapkan mampu merencanakan dan melaksanakan manajemen rumah sakit serta dapat mengevaluasi program dan kegiatan manajerial rumah sakit.

    Kompetensi Sarjana Kesehatan Masyarakat
    Mengingat banyak peminatan pada program sarjana kesehatan masyarakat menunjukkan keluasan kompetensi seseorang yang telah menyandang gelar sarjana kesehatan masyarakat.
    peminatan-peminatan tersebut dibentuk agar ilmu kesehatan masyarakat memiliki relevansi sosial dan relevansi intelektual untuk menjawab masalah-masalah kesehatan masyarakat yang timbul.
    Kembali pada kasus gelar palsu pejabat Dinkes Sulsel yang menyandang jabatan Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan menunjukkan watak birokrat instan yang tidak mau menempuh proses pendidikan sebagai wahana transfer ilmu pengetahuan kesehatan masyarakat. Akibatnya, bisa saja karena tidak memenuhi syarat perkuliahan menjadi penyandang gelar SKM, dalam membuat kebijakan-kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya akan terjadi kesenjangan antara masalah yang terjadi dengan pola-pola intervensi kesehatan masyarakat.
    Padahal pangkal masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena ketidakmampuan para birokrat kesehatan memformulasi pola-pola kebijakan kesehatan untuk menyelesaikan masalah-masalah kesehatan masyarakat. Misalnya, masalah virus HIV yang cenderung semakin meningkat prevalensinya, karena pola kebijakannya sebagai bentuk intervensi tidak relevan akibat kesenjangan kompetensi para birokrat kesehatan sebagai pengambil kebijakan.

    sumber : kompasiana.com

    TENTUKAN PERUBAHAN JANGAN MENUNGGU


    Banyak orang yang suka mengeluh dalam hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan nasib buruk yang menimpanya. 


    Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan kehidupannya menjadi lebih baik, bukan?


    Ada pepatah bijak mengatakan :


         "You can not chance the wind direction,
           but you can only chance your wing
           direction"



    Kita  tidak akan pernah bisa merubah arah angin, yang dapat kita lakukan adalah mengubah arah sayap.


    Dengan kata lain...


    'Realita' kehidupan tidak akan berubah kecuali kita sendirilah yang mengubah 'sudut pandang' terhadap realita yang ada!


         Fakta: "Tidak ada seorang pun yang
         memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah
         yang menentukan pilihan tersebut!"


    Kebanyakan orang akan tertarik sejenak ketika diingatkan akan hal di atas, tapi kemudian berlalu kembali.... Sementara waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak pernah ada perubahan dalam hidupnya!


    Sangat disayangkan.


    Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya
    perubahan tersebut.


    Menunggu bantuan orang lain, menunggu bantuan teman untuk mendapatkan pekerjaan yang enak, sampai menunggu warisan ;-)


    Sekarang logikanya, jika memang hanya dengan menunggu perubahan itu akan datang, maka jumlah orang sukses seharusnya jauh lebih banyak.


    Bukankah kenyatannya tidak demikian?


    Lalu, jika ingin sukses, apa yang seharusnya kita lakukan?


    Ciptakan perubahan! 


    Jangan selalu menunggu orang lain.


    Berikut beberapa tips yang bisa membantu kita untuk menciptakan perubahan:


    1. Do your best, whatever happens
        will be for the best! 



        Lakukan dan selesaikan semua tugas
        dan pekerjaan semaksimal mungkin,
        bukan hanya terus menunggu dan
        berharap.


        Lakukan semuanya dengan tujuan
        untuk selalu mendapatkan hasil *terbaik*
        yang bisa anda capai!


    2. Mulai buat jaringan seluas-luasnya. 


        Dengan banyak mengenal orang,
        maka pengetahuan kita akan semakin
        bertambah.


        Seseorang yang kelihatannya sederhana
        bisa jadi menyimpan kedalaman ilmu
        yang tidak kita duga!


        Oleh sebab itu, alangkah bijaknya jika
        kita menjadikan 'setiap orang adalah guru'
        dan kehidupan ini adalah universitasnya.


    3. Berusahalah selalu untuk bersikap proaktif. 


        Sikap ini sangat diperlukan jika ingin
        mendapatkan kesempatan yang lebih
        luas dan cepat dalam berbagai macam hal!


    4. Bersikaplah Fleksibel. 


        Cobalah untuk memahami suatu hal
        dari berbagai sudut pandang. Jangan
        terpaku pada satu cara, yang bisa jadi
        tidak lagi relevan kita gunakan.


        Dengan bersikap fleksibel, wawasan
        kita akan semakin bertambah.


    Satu hal penting yang harus selalu diingat:
    Kita-lah yang memutuskan untuk berubah.
    Kita-lah yang menentukan menjadi sukses,
    bukan orang lain!


    Jika pilihan sukses tidak pernah kita ambil,
    maka orang lain akan mengambil pilihan tersebut.
    Dan, kita akhirnya hanya akan menyaksikan
    kesuksesan mereka, tanpa pernah merasakannya...


    Bukankah anda tidak berharap demikian?
    Jika memang tidak, tentukan perubahan...
    MULAI HARI INI. Jangan terus menunggu! ^_^

    Ditulis oleh: Anne Ahira
    silahkan klik DI SINI